Perusahaan telekomunikasi Finlandia, Nokia telah memperkenalkan logo baru sebagai rebranding perusahaan dengan strategi perusahaan dan teknologi. Nokia ingin meluncurkan brand baru yang sangat berfokus pada jaringan dan digitalisasi industri, yang mana ini merupakan brand yang berbeda dengan brand lama nokia sebagai brand ponsel.
This is Nokia, but not as the world has seen us before. Our new brand signals who Nokia is today. We’re unleashing the exponential potential of networks and their power to help reshape the way we all live and work. https://t.co/lbKLfaL2OI #NewNokia pic.twitter.com/VAgVo8p6nG
— Nokia #MWC23 (@nokia) February 26, 2023
Nokia memperkenalkan identitas brand barunya pada hari minggu dan desain ulang logo perusahaan yang hampir 60 tahun. Tujuan dari rebranding ini adalah untuk mengubah persepsi masyarakat tentang Nokia dari sebuah perusahaan ponsel, yang masih dipandang secara luas, menjadi sebuah perusahaan teknologi dan inovasi B2B. Menurut Ms. Melissa Schoeb, Chief Corporate Affairs Office Nokia, “Ini adalah langkah berani dalam perjalanan Nokia – dan akan membantu kami dikenal oleh pelanggan yang ada dan calon pelanggan sebagai pemimpin inovasi teknologi B2B seperti saat ini.”
Desain logo Nokia mengadopsi style yang lebih abstrak dan geometris. Tujuan penyederhanaan ini adalah untuk mempertahankan logo yang ikonik sambil mengembangkan visual yang sesuai. Setiap huruf dari kata “Nokia” telah disederhanakan dan dikurangi secara signifikan yang menghasilkan pembeda dengan logo sebelumnya.

Perusahaan telah berkembang pesat sejak didirikan sebagai satu pabrik kertas yang beroperasi pada tahun 1865. Logo aslinya menampilkan kepala ikan salmon, merupakan referensi sungai Nokianvirta tempat pabrik didirikan.
Nokia pernah menguasai dunia ponsel mobile namun gagal beradaptasi dengan smartphone yang dipelopori oleh Apple dan Google. Kemudian perusahaan menjual bisnis ponsel ke Microsoft pada tahun 2014.
Namun pada 2016, Microsoft kehilangan setidaknya $8 miliar atas akusisi tersebut dan mulai menghentikan bisnis smartphonenya sendiri, yang gagal bersaing dengan iOS dan Android. Tahun itu brand ponsel Nokia dijual ke rekanan yang didirikan oleh mantan karyawan Nokia, HMD Global.
Nokia sendiri sekarang menghasilkan uang terutama melalui penjualan peralatan jaringan dan lisensi paten. Selain itu perusahaan juga mendorong dan meningkatkan teknologi 5G.
Nokia sekarang lebih energic dan memiliki komitmen baru sebagai pelopor transformasi digital.
