Tips desain

Mau Mulai Usaha Fashion? Ini Rekomendasi Warna Logonya!

Usaha fashion merupakan salah-satu bidang bisnis yang terus mengalami perkembangan cukup pesat. Hal ini karena pengaruh trand-trand stylish masa kini yang didukung media massa dalam mengimbangi transisi informasinya.

Sehingga sejumlah pelaku usaha sangat mudah mengadaptif ide-ide kreatif untuk sebuah kebutuhan style pakaian dan trend tersebut.

Pasalnya bisnis di bidang yang satu ini juga termasuk dalam industri kompetitif. Apalagi mengingat banyaknya media yang menawarkan kemudahan berkolaborasi dalam menyediakan layanan pasar atau marketplace.

Namun, tahukah apa saja unsur terkuat yang dapat membuat sebuah produk mudah dikenali dan bertahan di pasaran? Jika belum, yuk simak tentang pembahasan berikut!

Rekomendasi Warna Logo

Nah, salah-satu unsur terkuat yang dapat membuat sebuah produk mudah dikenali, termasuk dari bisnis atau usaha fashion ini adalah dari warna logo brandnya. Jadi, jika Anda ingin memulai suatu bisnis di bidang terkait maka pastikan secara baik untuk memiliki warna logo brand yang sesuai.

Pasalnya ada kombinasi spektrum warna yang memang memiliki sifat menjual dan cocok dijadikan sebuah linen pada suatu logo, seperti rekomendasi di bawah ini :

Baca Juga: Apa Itu Psikologi Warna? Bagaimana Menggunakan Warna Pada Desain Kemasan

1. Warna Monokrom

Rekomendasi warna logo pertama yang bisa menjadi referensi bagi brand bisnis fashion adalah spektrum monokrom. Monochromatic color scheme ini merupakan kombinasi warna yang terlihat kontras dalam memperlihatkan rona berbeda. Bahkan kombinasi warna logo monokrom termasuk keidentikan yang cukup booming.

Akan tetapi, perlu Anda ketahui juga bahwa warna monokrom sebenarnya tidak hanya sekedar terpaut hitam dan putih. Oleh karena monokrom merupakan degradasi tone suatu warna dasar yang tidak bercampur, contohnya seperti warna  biru, hijau, dan merah.

Untuk membuat Warna Monokrom yang diambil dari sebuah foto, Anda dapat menggunakan tools gratis Imagecolorpicker

2. Warna Komplementer

Warna komplementer merupakan gradasi yang akan menampilkan logo terlihat lebih elegan. Berdasarkan warna kontras tinggi yang berpadu dengan baik karena berasal dari sisi berlawanan spektrum. Contohnya peleburan dari warna-warna berani yang cocok dengan biru dan kuning.

Lalu perpaduan warna merah dan hijau ataupun ungu bersama oranye yang dapat Anda pilih sebagai desain untuk logo usahamu.

Baca Juga: 5 Contoh Usaha Produk UMKM Populer di Indonesia – Kemazan Blog

3. Warna Analog

Rekomendasi warna logo yang dapat Anda gunakan selanjutnya adalah berjenis analog. Warna analog sendiri biasanya berada di antara dua dan lima paduan spektrum dengan memiliki keidentikan palet yang lebih lembut. 

Dimana dalam skema warna analog bisa Anda kenali dari dominan colour dan nuansa serupa lainnya yang menawarkan kedalaman elemen logo bertajuk alami dan halus.

Selain itu, kombinasi dari warna analog juga dapat memberikan kesan terang dan ceria. Contohnya, warna merah, kuning, jingga, hijau, dan biru.

4. Warna Triadic

Warna triadic merupakan rekomendasi keempat dalam pembahasan kali ini yang tidak jarang digunakan oleh para designer untuk menjadi skema dari logo bisnisnya. Pasalnya warna triadic memiliki kombinasi spektrum yang menawarkan keharmonisan dalam menjadi ciri khas suatu brand pada logo. 

Sementara kombinasi warna triadik berasal dari tiga jenis yang berjarak sama pada lingkaran warna berbentuk segitiga. Contohnya warna biru, merah, dan kuning yang dapat Anda padupadankan menjadi sebuah spektrum logo.

Beberapa rekomendasi warna logo yang dapat Anda gunakan untuk menjadi spektrum desain brand fashion. Mulai dari monokromatik, komplementer, analog, dan triadik yang merupakan warna-warna pilihan berdasarkan kontras.

Dimana warna-warna ini bisa memberi kesan yang ingin Anda ciptakan pertama kali ketika orang-orang mendengar bisnismu. Anda pun dapat membuat logo dengan bantuan Kemazan.com sehingga waktu yang dimiliki dapat dioptimalkan untuk persiapan lainnya.

Kemazan

Recent Posts

Membongkar Mitos: Apakah Brand Guideline Hanya untuk Perusahaan Besar?

Key Takeaways: Brand Identity Bukan Monopoli Korporasi: UMKM dan bisnis skala kecil justru sangat membutuhkan…

2 weeks ago

20 Prompt ChatGPT untuk Membuat Presentasi Menarik dan Profesional

Temukan 20 prompt ChatGPT terbaik untuk menyusun slide presentasi bisnis yang menarik, profesional, dan memukau…

2 weeks ago

Logo Sudah Bagus, Tapi Kenapa Brand Masih Terlihat Biasa?

Punya logo keren tapi bisnis tetap sepi? Temukan alasan kenapa logo saja tidak cukup dan…

3 weeks ago

Kombinasi Font Google Terbaik Elegant Gratis untuk Kemasan Produk

Temukan kombinasi font Google terbaik, elegant, dan gratis untuk kemasan produk UKM Anda. Tingkatkan daya…

3 weeks ago

Smart Packaging UMKM: Cara Baru Dongkrak Penjualan Lewat Kode QR

Pelajari cara smart packaging dengan kode qr dapat mendongkrak penjualan UMKM Anda. Dapatkan tips praktis…

4 weeks ago

Brand Guideline: Penting untuk UMKM atau Cuma Dokumen Formalitas?

Key Takeaways: brand guideline bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan "kitab suci" visual agar identitas bisnis…

4 weeks ago