Rebranding selalu dikaitkan dengan hanya perubahan pada sebuah logo atau visual identity, walaupun itu tidak salah namun arti kata rebranding yang terdiri dari re=brand-ing ini memiliki arti yang luas dan lengkap. Waktu proses sendiri dapat menghabiskan waktu mingguan, bulan, hingga tahun. Tentunya ini terlihat seperti banyak pekerjaan tapi jika anda melihat dari sisi kompetitif dari bisnis lain di industria anda, rebranding bisa jadi keuntungan yang anda cari.
Ketika anda mempertimbangkan rebrand, anda harus fokus melakukan prosesnya. Mungkin prosesnya tidak dapat anda lakukan sendiri tapi dapat juga dilakukan oleh orang lain seperti pakar branding / Branding Agency. Namun untuk membuat lebih simple untuk dipahami kami bagikan mejadi 3 tipe rebranding agar dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan ketika melakukan proses dan diskusi dengan pakar.
Refresh Rebranding
Tipe Rebranding yang hanya merubah salah satu bagian atau bagian terkecil dari keseluruhan tapi perubahan ini tidak secara masif dan tidak mengikut sertakan strategi dan positioning biasanya hanya sebagai tanda perubahan era atau up to date dengan jaman, misal melakukan perubahan pada logo untuk mengikuti jaman dengan sedikit retouch saja misalkan hanya perubahan warna atau simplified dari bentuk yang rumit. Contoh dapat dilihat dari logo Apple dibawah ini yang memiliki bentuk tidak berubah namun logo menjadi lebih simple dengan satu warna, dan brand cocca cola dibawah ini yang hanya merubah slogannya saja.

Baca Juga: 10 Alasan Perusahaan Melakukan Rebranding
Pivot Rebranding
Rebranding yang hanya merubah positioning atau pivot pada suatu brand tanpa merubah visual identity dari brand itu sendiri. Tujuannya hanya merubah fokus perusahaan dengan melihat strategi, misi, dan inti dari perusahaan itu sendiri. Tipe Rebrand ini tetap menjaga warisan utuh dari perusahaan itu sendiri dengan tetap maju dengan tujuan yang baru. Blackberry yang terkenal sebagai produsen mobile phone dengan security yang bagus sekarang telah melakukan pivot dengan lebih fokus kepada cybersecurity.

Full Rebrand
Tipe Rebranding ini jarang digunakan karena membutuhkan rebranding secara keseluruhan baik dari segi strategi, inti prusahaan, nama, dan identitas visual. Perubahan ini umumnya dilakukan karena ada sebuah merger perusahaan atau mengadaptasi ke sebuah audiens baru. Contoh brand dari tipe ini dapat dipelajari dari Instagram, awal Instagram terinspirasi dari foursquare dengan tambahan fitur berupa sharing gambar, karena user interface yang terlalu kacau dan mayoritas user tidak menggunakannya sebagai apa yang dirancang oleh instagram pada kala itu akhirnya mereka merubah segala tujuan dan inti perusahan sembari dengan experiment lalu membuatnya lebih simple ke hanya sharing foto seperti apa yang mayoritas user gunakan pada saat itu. Selain Instagram ada juga Airbnb sebagai contoh brand yang pernah melakukan fully rebrand.



