Sebelum menjalankan bisnis lebih jauh alangkah lebih baik untuk menentukan target market sejak awal.
Dengan target market kita dapat membagi suatu market menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau pemasaran yang berbeda. Seperti umur, jenis kelamin, tipe keluarga (Keluarga inti, kecil, besar), pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, gaya hidup/kebiasaan, kelas sosial dan kepribadian.
Kemudian bagaimana cara mentukan target market, simak beberapa tips berikut
1. Mulai dari asumsi

Contoh anda memiliki brand dengan produk gamis fashion. Anda dapat mulai dengan mencatat siapa saja kira-kira calon pembelinya. Seperti wanita umur remaja 19 – 30 tahun, kebiasaan suka belanja online dan sering mengakses sosial media.
2. Menggunakan Tools Analisis

Anda dapat melakukan analisis pelanggan dengan tools dari Google analytic atau Instagram insight. Data dari tools ini dapat membantu mengetahui siapa audien yang berinteraksi dengan akun bisnis anda seperti umur, kebiasaan pengunjung, dll. Selain itu data tersebut bisa membantu untuk mendukung pengambilan keputusan untuk bisnis anda kedepannya.
3. Berkomunikasi dengan pelanggan

Melakukan survei dan berkomunikasi dengan pelanggan adalah salah satu cara untuk mengetahui ketertarikan pelanggan dengan produk anda. Feedback dari pelanggan bisa menjadi perbaikan dan peningkatan kualitas untuk bisnis kedepannya.
4. Mencermati pesaing pasar

Identifikasi kondisi pasar dan besarnya pengaruh yang dapat dilakukan masing-masing pesaing terhadap satu sama lain. Cari dan pelajari keunggulan produk pesaing dipasaran.
Baca Juga: 5 Tips Membangun Brand Dengan Desain Kemasan
5. Menguatkan keunggulan produk

Inovasi dan keunggulan produk salah satu kunci untuk menang di pasaran. Jika produk sudah memiliki keunggulan sendiri maka bisa dikatan memiliki pembeda atau diferensiasi dari produk-produk sejenis. Melakukan diferensiasi akan memberikan keunikan dan value yang berbeda dari pesaing anda.
6. Menciptakan brand positioning

Tujuan brand positioning adalah untuk menciptakan citra atau identitas brand dan produk sehingga konsumen dapat melihat dengan cara tertentu. Contoh pemilik brand fashion memposisikan brandnya sebagai brand dengan produk yang keren dan kekinian untuk target market anak muda.
Contoh Target Market
Setelah mengetahui tips target market, berikut contoh target market untuk membantu mengidentifikasi target market bisnis anda.
Produk:
Produk gamis fashion dengan motif yang keren dan kekinian terbuat dari bahan berkualitas.
Lokasi Penjualan:
Kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung
Demografi:
Wanita usia 19-35 tahun. Pendidikan mulai SMA hingga S3. Mahasiswi, wanita karir, maupun ibu rumah tangga.
Kebiasaan Calon Pembeli:
Cenderung berbelanja online dengan kemudahan pengiriman barang. Sering mengakses sosial media seperti Facebook maupun Instagram
Daya Beli Konsumen:
Konsumen menengah ke atas dengan daya beli mulai Rp.100.000 – Rp.200.000 per produk.
Yang Dilakukan Setelah Menentukan Target Market
Setelah mengetahui target market Anda, Anda dapat mengikuti tips berikut.
Menciptakan produk baru
Anda bisa menciptakan produk baru dengan memastikan semua elemen sesuai dengan target market. Elemen tersebut bisa berupa visual brand produk, jenis produk yang dihasilkan, kemasan produk, harga yang ditawarkan, kemudahan pengiriman, dll.
Mengembangkan produk
Jika Anda sudah mengeluarkan suatu produk dan ternyata tidak sesuai dengan target market yang Anda inginkan, Anda bisa melakukan pengembangan produk dengan cara melakukan repackage atau mengemas ulang. Misalnya dengan membuat kemasan paket bundling dengan biaya yang lebih murah dari paket normal untuk menarget konsumen yang menginkan produk lebih murah.
Itulah beberapa tips terkait bagaimana menentukan target market untuk sebuah bisnis. Jika anda tertarik dengan branding dan desain kemasan, jangan ragu-ragu untuk menghubungi kami. Contact us
